Sabtu, 23 Desember 2017

Mekanisme Penyaluran dan Kriteria Penerima Tunjangan Profesi (TPG) Yang Wajib Kita Ketahui

Mekanisme Penyaluran dan Kriteria Penerima Tunjangan Profesi (TPG)

Mekanisme Penyaluran dan Kriteria Penerima Tunjangan Profesi (TPG)- Support Pemerintah akan selalu ada bagi Perkembangan Dunia Pendidikan, antara lain melonjakkan kemampuan para pendidiknya, semangat para guru ini bukan hanya bagi siswa melainkan untuk materi yang mereka ajarkan. Guru menysihkan demikian banyak waktu dengan anak didiknya, terkadang bahkan lebih daripada orang tua mereka. Kepribadian mereka jelas menular pada anak didiknya. Maka memberdayakan para pendidik menjadi peran utama dalam melonjakkan Dunia Pendidikan itu sendiri. Antara lain misalnya pengembangan tingkat kepegawaian para guru.

Dalam JUKNIS Penyaluran Tunjangan Profesi tersebut hanya dijelaskan beberapa pengertian mengenai beberapa tunjangan yang akan diberikan oleh Kemendikbud kepada para Guru di Seluruh Indonesia. Untuk Mekanisme Penyalurannya akan dijelaskan lebih detail pada beberapa lampiran dari Permendikbud no.17 tahun tersebut. 

Anda Bisa melihat cuplikan isi dari draf lampiran Permendikbud no.17 tahun yang berisi mengenai Mekanisme Penyaluran dan Kriteria Guru Penerima Tunjangan Profesi Tahun pada artikel ini. Kami menyarankan Anda mendownload seluruh Permendikbud no.17 tahun beserta lampirannya, supaya Bisa mempelajarinya dengan lengkap.

MEKANISME PENYALURAN DAN KRITERIA PENERIMA TUNJANGAN PROFESI TAHUN


A.  Tujuan 
Penyaluran Tunjangan Profesi bertujuan untuk:
1.  memberi  penghargaan  kepada  Guru  PNSD  sebagai  tenaga profesional  dalam  melaksanakan  sistem  pendidikan  nasional  dan mewujudkan  tujuan  pendidikan  nasional,  yaitu  berkembangnya potensI  peserta  didik  supaya  menjadi  manusia  yang  beriman  dan bertakwa  kepada  Tuhan  Yang  Maha  Esa,  berakhlak  mulia,  sehat, berilmu,  cakap,  kreatif,  Berdikari,  serta  menjadi  warga  negara  yang demokratis dan bertanggung jawab;
2.  mengangkat  martabat Guru,  melonjakkan  kompetensi  Guru, memajukan  profesi Guru,  melonjakkan  mutu  pembelajaran,  dan melonjakkan pelayanan pendidikan yang bermutu; dan
3.  membiayai  Aplikasi  kegiatan  pengembangan  keprofesian berkelanjutan  yang  mendukung  Aplikasi  tugas  sebagai  guru profesional.

B.  Mekanisme Penyaluran Tunjangan Profesi
1.  Sumber Data
Data  yang  digunakan merupakan Dapodik yang  bersumber  dari sekolah  yang  kebenarannya  dijamin  oleh  kepala  satuan  pendidikan dalam bentuk surat pertanggungjawaban Absolut.
2.  Penerbitan Surat Keputusan
Direktorat  Jenderal  Guru  dan  Tenaga  Kependidikan  (GTK) Januari  hingga  dengan  Juni  (6  bulan). Sedangkan  tahap  2  (dua)
berlaku  untuk  semester  dua  terhitung  mulai  bulan  Juli  hingga dengan Desember (6 bulan).
3.  Penyampaian SKTP
SKTP  yang  diterbitkan  disampaikan  ke  dinas  pendidikan provinsi/kabupaten/kota  sesuai  dengan  kewenangannya  melalui aplikasi penyaluran tunjangan.
4.  Perbaikan Data
a.  Apabila ada perubahan data individu selain data yang  terkait  dengan  beban  kerja  penerima Tunjangan  Profesi, maka  akan  diterbitkan  SKTP  pada  semester  berikutnya  pada tahun berkenaan dengan  disertai  bukti  perubahan  data  dari dinas  pendidikan  provinsi/kabupaten/kota  sesuai  dengan kewenangannya.
b.  Apabila  terjadi  perubahan  tempat  tugas  atau status  kepegawaian  Guru  antarsatuan  pendidikan,  antarjenis pendidikan  dalam  satu  dinas  pendidikan provinsi/kabupaten/kota,  dinas  pendidikan  provinsi/kabupaten/kota  sesuai  dengan  kewenangannya  melaporkan kepada  direktorat  terkait  pada  Direktorat  Jenderal  Guru  dan Tenaga  Kependidikan (Ditjen  GTK)  melalui  aplikasi  Dapodik Kementerian  Pendidikan  dan  Kebudayaan.  Setelah menemui  persetujuan  dari  dinas  pendidikan provinsi/kabupaten/kota  tempat  Guru  bertugas  yang  baru, Guru  yang  bersangkutan  memperbaiki  Dapodik  dan mengajukan  penerbitan  SKTP  yang  baru.  Ditjen  GTKmenerbitkan SKTP sesuai dengan tempat tugasnya.
5.  Mutasi Guru
Guru  yang  disertifikasi  oleh  kementerian  selain  kementerian pendidikan dan kebudayaan, bila mutasi ke sekolah di bawah binaan kementerian  pendidikan  dan  kebudayaan  maka  dinas  pendidikan provinsi/kabupaten/kota  wajib  menambahkan  data  kelulusan melalui aplikasi SIMTUN.
6.  Pembayaran Tunjangan Profesi
Tunjangan  Profesi dibayar  oleh  provinsi/kabupaten/kota  sesuai tempat  terbitnya  SKTP  penerima  tunjangan.  Pembayaran  dilakukan melalui rekening  Guru  setiap  triwulan  sesuai  dengan  ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pemerintah Daerah provinsi/kabupaten/kota  wajib  membayarkan Tunjangan  Profesi  sesuai  tempat  terbitnya  SKTP setiap  triwulan, paling lama 7 (tujuh) hari kerja setelah diterimanya dana Tunjangan Profesi  di  rekening  kas  Publik  daerah  (RKUD) provinsi/kabupaten/kota  sesuai  dengan  ketentuan  peraturan perundang-undangan
7.  Tunjangan Profesi Kurang Bayar
Apabila  terjadi tunjangan Profesi  kurang  bayar kepada Guru  PNSD Bisa dibayarkan apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. mempunyai SKTP reguler pada tahun dimana terjadi kurang bayar;
b. mempunyai  SKTP  Kurang  Bayar pada  tahun  berkenaan  yang diterbitkan oleh Ditjen GTK;
c. kurang  bayar pada tahun-tahun  sebelumnya kepada guru  PNSD, kekurangannya  diusulkan  dan  dibayarkan  oleh  dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota sesuai dengan lokasi guru tempat  mengajar  saat  guru  yang  bersangkutan  belum terbayarkan.  Eksklusif  untuk guru  pada  jenjang  pendidikan menengah  yang  baru  aja  menerima  tunjangan  profesi  dari dinas  pendidikan  provinsi,  maka kekurangan bayar tunjangan profesi periode  sebelumnya dibayarkan  oleh  dinas  pendidikan kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya.

8.  Pembayaran Tunjangan Kurang atau Lebih Bayar
a. Apabila diketahui adanya kekurangan atau kelebihan pembayaran tunjangan  profesi pada  tahun  berkenaan, maka tunjangannya Bisa  disesuaikan  pada  triwulan  berikutnya  dalam  tahun berkenaan.
b. Apabila diketahui adanya kelebihan pembayaran tunjangan profesi pada  tahun  berikutnya,  maka guru  penerima  tunjangan  lebih bayar  tersebut  wajib  mengembalikan  sesuai  dengan  peraturan perundang-undangan.diselesaikan  oleh  dinas  pendidikan  kabupaten/kota  sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

9.  Penghentian Pembayaran Tunjangan Profesi
Pembayaran Tunjangan  Profesi dihentikan  apabila Guru penerima
Tunjangan Profesi:
a. meninggal  dunia (pembayaran  dihentikan  dilakukan  pada  bulan
berikutnya);
b. mencapai  batas  usia pensiun (pembayaran  dihentikan  dilakukan
pada bulan berikutnya);
c. mengundurkan  diri  atas  permintaan  sendiri  (pembayaran
dihentikan dilakukan pada bulan berkenaan);
d. dinyatakan  bersalah  oleh  pengadilan  dan  telah  mempunyai
kekuatan  hukum  tetap  (pembayaran  dihentikan  dilakukan
pada bulan berkenaan);
e. mendapat tugas  belajar  (pembayaran  dihentikan  dilakukan  pada
bulan berkenaan);
f.  Tak  melaksanakan/meninggalkan  tugas mengajar tanpa surat
tugas dari pejabat yang berwenang; dan/atau
g. Tak bertugas lagi sebagai Guru atau pengawas sekolah.

10.  Pertanggungjawaban
Kepala  Daerah  membuat  dan  menyampaikan  laporan  realisasi pembayaran  dana  Tunjangan Profesi Guru  PNSD  kepada  Menteri Keuangan  c.q.  Direktur  Jenderal  Perimbangan  Keuangan  dan Menteri  Pendidikan  dan  Kebudayaan  dengan cara  semesteran,  dengan ketentuan sebagai berikut:
1. semester  I  disampaikan  paling  lambat  minggu tanggal  15September tahun berkenaan; dan
2. semester II disampaikan paling lambat minggu kedua bulan Maret tahun anggaran berikutnya.
Laporan  realisasi  pembayaran  dana Tunjangan  Profesi Guru  PNSD sebagaimana  dimaksud  di  atas,  disampaikan   dalam  bentuk dokumen fisik (hardcopy) dan dokumen elektronik (softcopy) melalui aplikasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Penyaluran TPG guru PNSD
Proses Aplikasi Penyaluran Tunjangan Profesi Guru PNSD


C.  Kriteria Penerima Tunjangan Profesi
Kriteria Guru PNSD penerima Tunjangan Profesi sebagai berikut:
1.  Berstatus sebagai Guru PNSD yang  mengajar  pada satuan  pendidikan yang  tercatat  pada  Dapodik  di  bawah  binaan
Kementerian  Pendidikan  dan  Kebudayaan, kecuali  guru  pendidikan agama.
2.  mempunyai satu atau lebih sertifikat pendidik.
3.  mempunyai  Nomor  Registrasi  Guru  (NRG)  yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
4.  mempunyai  Surat  Keputusan  Penerima  Tunjangan Profesi  (SKTP)  yang  dikeluarkan oleh  Kementerian  Pendidikan  dan Kebudayaan.
6.  Pemenuhan  beban  kerja  Guru  sebagaimana
dimaksud pada angka 5 dikecualikan terhadap:
a.  Guru mendapat tugas  tambahan  sebagai  wakil kepala  satuan  pendidikan,  mengajar  paling  sedikit  12  (dua belas)  jam  tatap  muka  per  minggu  di  satuan  administrasi pangkal  (satminkal)  atau  membimbing  80  (delapan  puluh) peserta  didik  bagi  wakil  kepala  satuan  pendidikan  yang  berasal dari  Guru  bimbingan  dan  konseling/konselor  atau  TIK/KKPI dengan ketentuan sebagai berikut:
1)  mempunyai  wakil  kepala satuan  pendidikan paling  banyak 3 (tiga)  orang  pada jenjang  SMP  sesuai  dengan  jumlah rombongan  belajar  (rombel)  yang  dimiliki  oleh  1  (satu) satuan pendidikan, yaitu:
a)  3 (tiga) hingga dengan 9 (sembilan) rombongan belajar Bisa  mempunyai  1  (satu)  wakil  kepala  satuan pendidikan;
b)  10  (sepuluh)  hingga  dengan  18  (delapan  belas) rombongan  belajar  Bisa  mempunyai  paling  banyak  2 (dua)  wakil kepala satuan pendidikan;
c)  lebih  dari 18  (delapan  belas)  rombongan  belajar Bisa mempunyai  paling  banyak  3  (tiga) wakil  kepala satuan pendidikan;

2)  mempunyai  wakil  kepala satuan  pendidikan paling  banyak 4(empat)  orang  pada jenjang  SMA  berdasarkan  jumlah rombel yang dimiliki oleh 1 (satu) satuan pendidikan, yaitu:
a.  3 (tiga) hingga dengan 9 (sembilan) rombongan belajar Bisa  mempunyai  1  (satu)  wakil  kepala  satuan pendidikan;
b.  10 (sepuluh) hingga dengan 18 (delapan belas) rombeldapat  mempunyai  paling  banyak  2  (dua)  wakil  kepala satuan pendidikan;
c.  19  (sembilan  belas)  hingga  dengan  27  (dua  puluh tujuh) rombel Bisa  mempunyai  paling  banyak  3  (tiga) wakil kepala satuan pendidikan;

3)  mempunyai  wakil  kepala satuan  pendidikan paling  banyak 4 (empat)  orang  pada jenjang  SMK  berdasarkan  jumlah rombel yang dimiliki oleh 1 (satu) satuan pendidikan, yaitu:
a)  3  (tiga)  hingga  dengan  9  (sembilan)  rombel  Bisa mempunyai 1 (satu) wakil kepala satuan pendidikan;
b)  10 (sepuluh) hingga dengan 18 (delapan belas) rombeldapat  mempunyai  paling  banyak  2  (dua)  wakil  kepala satuan pendidikan;
c)  19  (sembilan  belas)  hingga  dengan  27  (dua  puluh tujuh) rombel Bisa  mempunyai  paling  banyak  3  (tiga) wakil kepala satuan pendidikan;
d)  lebih dari 27 (dua puluh tujuh) rombel Bisa mempunyai paling  banyak  4  (empat)  wakil  kepala  satuan pendidikan;

b.  Guru mendapat tugas tambahan sebagai:
1)  kepala perpustakaan pada SD/SMP/SMA/SMK.
Kepala  satuan  pendidikan  atas  persetujuan  kepala  dinas pendidikan  kabupaten/kota/provinsi  sesuai  dengan kewenangannya  Bisa mengangkat  satu  orang guru  yang mempunyai  kompetensi  yang  memadai  sebagai kepala perpustakaan pada SD/SMP/SMA/SMK.
2)  kepala laboratorium pada SMP/SMA/SMK.
Kepala  satuan  pendidikan  atas  persetujuan  kepala  dinas pendidikan  kabupaten/kota/provinsi  sesuai  dengan kewenangannya Bisa  mengangkat  1  (satu)  orang  guru yang  mempunyai  kompetensi  yang  memadai  sebagai kepala laboratorium pada SMP/SMA/SMK.
3)  Ketua program keahlian/program studi pada SMK.
Kepala  satuan  pendidikan SMK atas  persetujuan  kepala dinas pendidikan provinsi Bisa mengangkat 1 (satu) orang guru  yang  mempunyai  kompetensi  yang  memadai  sebagai ketua untuk setiap program keahlian/program studi.
4)  Kepala bengkel atau sejenisnya pada SMK.
Kepala  satuan  pendidikan SMK atas  persetujuan  kepala
5)  Kepala unit produksi atau sejenisnya pada SMK.
Kepala  satuan  pendidikan SMK atas  persetujuan  kepala dinas pendidikan provinsi Bisa mengangkat 1 (satu) orang guru  yang  mempunyai  kompetensi  yang  memadai  sebagai ketua kepala unit produksi atau sejenisnya pada SMK. mempunyai  beban  kerja  sesuai  dengan  ketentuan  peraturan perundang-undangan.

c.  Guru  bertugas  pada  satuan  pendidikan  di Daerah Eksklusif;
d.  Guru bertugas pada satuan pendidikan Eksklusif.
e.  Guru bertugas pada pendidikan layanan Eksklusif yang  meliputi  sekolah  kecil,  sekolah  terbuka,  sekolah  darurat dan  sekolah  terintegrasi  atau  sekolah  dalam  bentuk  lain  yang Tak  bertentangan  dengan  ketentuan  peraturan  perundangundangan, yang Tak berada di daerah Eksklusif, yang diusulkan oleh  pemerintah  daerah/dinas  pendidikan provinsi/kabupaten/kota  dan  ditetapkan  oleh  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
f.  Guru  bertugas  yang dibutuhkan  atas  dasar pertimbangan kepentingan nasional antara lain:
1)  Guru  yang  bertugas  di  sekolah Indonesia di luar negeri;
2)  Guru  yang  ditugaskan  menjadi  Guru di negara lain atas dasar kerjasama antarnegara.

g.  Guru  mendapat  tugas  tambahan  dengan persetujuan dinas  pendidikan  provinsi/kabupaten/kota  sesuai dengan  kewenangan  dalam Aplikasi  diklat  kurikulum atau program-program lain yang menunjang kepentingan nasional.
h.  Guru  mendapat  tugas  tambahan  dengan persetujuan  dinas  pendidikan  provinsi/kabupaten/kota  sesuai dengan  kewenangan  sebagai narasumber/instruktur  nasional, fasilitator,  atau  mentor  Pengembangan  Keprofesionalan Berkelajutan  dengan  kewajiban  melaksanakan beban  kerja paling   sedikit   18 (delapan  belas)   jam  tatap  muka  dalam  1 langka/mempunyai  keterampilan   atau  budaya  khas  daerah Bisa melaksanakan tugas mengajar:
1)  sesuai dengan jumlah rombel yang dimiliki oleh SMK; atau
2)  praktik yang  Bisa dilakukan  oleh  lebih  dari  1  (satu)  orang guru sesuai dengan kebutuhan keahlian.

j.  Guru  yang  sedang melaksanakan  program keahlian ganda.
Aplikasi  tugas  tambahan  guru  dilaksanakan  pada  satuan administrasi pangkalnya.

7.  mempunyai  nilai  hasil  Evaluasi pretasi  kerja paling rendah bagus.
8.  Tak  beralih  status  dari  Guru  atau  pengawas sekolah.
9.  Tak  terikat  sebagai  tenaga  tetap  pada  instansi selain  satuan  pendidikan  bagi  Guru PNSD atau  dinas  pendidikan provinsi/kabupaten/kota  bagi  pengawas  sekolah  di  bawah  binaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
10.  Tak  merangkap  jabatan  di  Forum  eksekutif, yudikatif, atau legislatif.
11.  Nomor  kode  dan  nama  bidang  studi  sertifikasi  Guru sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
12.  Masa  kerja  kepala  sekolah  dihitung  sesuai  dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
13.  Bagi  Guru  berstatus  Calon  Pegawai  Negeri  Sipil Daerah (CPNSD)  yang  sudah  mempunyai  sertifikat  pendidik,  mengajar sesuai  dengan  sertifikat  pendidiknya, dan  memenuhi  beban  kerja sesuai  dengan  ketentuan  peraturan  perundang-undangan,  maka tunjangan  profesinya  dibayarkan  sebesar  80%  (delapan  puluh persen) dari  gaji  inti.  Anggaran  ini  berlaku  mulai  tahun  2016 sehingga  tahun  sebelumnya  Tak  diberikan  dan  Tak  dianggap kurang bayar (carry over).
14.  Bagi  Guru  PNSD  yang  saat  ini  berada  dalam golongan  ruang  II,  masih  dalam proses  penyesuaian  terhadap golongan  ruang  dan kepangkatannya, mempunyai  sertifikat  pendidik.
15.  Bagi  PNSD yang  mengajar  pada  satuan  pendidikan yang  saat  ini  berada  dalam  golongan ruang II, masih  dalam proses
penyesuaian  terhadap  golongan  ruang  dan  kepangkatannya, mempunyai kualifikasi akademik S-1/D-IV, mempunyai sertifikat pendidik,
mengajar sesuai dengan sertifikat pendidiknya, dan memenuhi beban kerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

D.  Ketentuan Perpajakan
Penerima  bantuan  dana  dikenakan  pajak  sesuai  dengan  ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Itulah tadi cuplikan isi draft Mekanisme Penyaluran dan Kriteria Guru Penerima Tunjangan Profesi Tahun. Bagi Anda yang termasuk ke dalam kriteria tersebut berarti Anda sudah berhak menemui Tunjangan Profesi tersebut.

0 Komentar Mekanisme Penyaluran dan Kriteria Penerima Tunjangan Profesi (TPG) Yang Wajib Kita Ketahui

Posting Komentar

Back To Top